{"id":5833,"date":"2019-11-30T10:53:46","date_gmt":"2019-11-30T03:53:46","guid":{"rendered":"http:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/?page_id=5833"},"modified":"2019-12-28T10:16:59","modified_gmt":"2019-12-28T03:16:59","slug":"desember-2019","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/desember-2019\/","title":{"rendered":"Desember 2019"},"content":{"rendered":"<h2 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #993366;\"><b>Desember 2019<\/b><\/span><\/h2>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2903 aligncenter\" style=\"font-family: inherit; font-size: 15px; font-style: inherit; font-weight: inherit; color: #58585a;\" src=\"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/ikon-program-pokok-gki-pengadilan-bogor.png\" alt=\"ikon-program-pokok-gki-pengadilan-bogor\" width=\"704\" height=\"97\" \/><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><br \/>\nMinggu, 1 Desember<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 15px;\">\u00a02019<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #993366;\"><strong><em>O COME, O COME, EMMANUEL<br \/>\n<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Umat Tuhan yang terkasih, tidak terasa kita telah memasuki Bulan Desember. Tentunya suasana menyambut\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Natal telah sedikit banyak kita rasakan. Begitu pula di gereja kita. Bahkan sebelum memasuki minggu adven,\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">persiapan Natal sudah mulai dilakukan. Ada yang spesial untuk Natal tahun 2019, yang dipersiapkan oleh Panitia\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Natal GKI Pengadilan Bogor bersama dengan aktivis. Ibadah Malam Natal, pada tanggal 24 Desember 2019,\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">akan dikemas dalam bentuk kantata (dengan orkestra dan paduan suara). Kita akan menghayati sukacita Malam\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Natal dalam puji-pujian bagi kemuliaan Sang Juruselamat. Oleh karena itu, Sapaan Gembala sepanjang Bulan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Desember 2019, akan menampilkan ulasan latar belakang singkat dari beberapa lagu yang akan dinyanyikan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">pada kantata Malam Natal tersebut. Kami berharap bahwa ulasan singkat ini menambah semangat\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Bapak\/Ibu\/Saudara sekalian untuk menghadiri Ibadah Malam Natal tanggal 24 Desember 2019 nanti. Seluruh\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">ulasan ini, disarikan dari buku &#8220;Songs of Christmas&#8221; karya Bishop Emeritus Robert M. Solomon, yang diterbitkan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">oleh <em>Discovery House from Our Daily Bread Ministries<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagu yang akan dibahas minggu ini berjudul asli &#8220;Veni, Veni, Emmanuel&#8221;, sebuah hymne Latin yang teks lagunya\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">pertama kali muncul di Jerman pada tahun 1710. Terjemahan bahasa Inggrisnya &#8220;<em>O Come, O Come, Emmanuel<\/em>&#8221;\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">diperkenalkan pada tahun 1861 dan dikerjakan oleh John Mason Neale. Dalam bahasa Indonesia, lagu ini\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">diterjemahkan dengan judul &#8220;O, Datanglah Imanuel&#8221;. Dari teks dalam bahasa Inggris terdapat 7 stanza\/bait,\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">namun dalam terjemahan Indonesia yang dimuat dalam Kidung Jemaat, kita hanya memiliki 5 stanza\/ bait. Lagu\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">ini bernuansa pengharapan akan kedatangan Sang Penebus. Pada tahun ini, sepanjang Adven, kita akan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">menyanyikannya dan berpuncak pada Malam Natal di mana lagu ini akan diiringi dengan orkestra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap bait memiliki latar belakang alkitabiah. Pada saat ini, kita hanya akan membahas bait lagu dalam bahasa\u00a0Indonesia. Bait 1 berbicara tentang &#8220;Imanuel&#8221;. Hal ini didasarkan pada nubuatan yang disampaikan pada zaman\u00a0nabi Yesaya yang dapat kita baca dalam Yesaya 7:14 &#8220;Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan\u00a0kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan\u00a0seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.&#8221; Nubuatan ini mendatangkan pengharapan\u00a0sekaligus kerinduan yang sangat akan kedatangan Sang Imanuel untuk membebaskan Israel dari segala\u00a0penderitaan. Pemenuhan nubuatan ini terjadi ketika malaikat datang kepada Maria dan menyampaikan pesan\u00a0seperti yang dituliskan dalam Matius 1:23 &#8220;Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel&#8221; \u2014 yang berarti: Allah menyertai kita.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bait 2 menggambarkan Sang Juruselamat dengan istilah &#8220;tunas Isai&#8221;. Hal ini mungkin jarang kita dengar tapi\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">merupakan bagian firman Tuhan yang disampaikan melalui Nabi Yesaya dalam Yesaya 11:1-2 (TB) &#8220;Suatu\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">TUHAN;&#8221;. Hal ini menegaskan bahwa Yesus lahir dari garis keturunan Daud (Isai adalah ayah dari Raja Daud).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bait 3 perkataan &#8220;Surya Pagi&#8221; memberikan identitas kepada Yesus yang datang untuk menyinari bumi yang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kelam karena dosa. Mengenai kehadiranNya sebagai terang bagi bangsa-bangsa ada beberapa ayat yang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">mencantumkannya seperti dalam Yesaya 9:2, Yesaya 60:1-2, Maleakhi 4:2. Bahkan dalam Perjanjian Baru, kita\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">bisa mendapatinya dalam Nyanyian Pujian Zakharia di Injil Lukas 1:78.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bait 4 menyebutkan mengenai &#8220;kunci Daud&#8221;, sebuah ungkapan yang juga terkait dengan nubuat dalam\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Yesaya 22:22. dan ini kemudian dinyatakan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 16:19 di mana Yesus akan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">memberikan kunci Kerajaan Sorga. Dialah yang memiliki segala kuasa untuk membuka maupun menutup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bait 5 menyatakan mengenai &#8220;Tuhan Allah&#8221;. Mengingatkan akan peristiwa Sinai, di mana Tuhan Allah\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">memberikan hukumNya untuk menuntun kehidupan baru bangsa Israel yang tadinya dalam belenggu\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">perbudakan Mesir menjadi bangsa merdeka. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus menyatakan hukum Allah\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">melalui pernyataan yang kita kenal dengan Hukum Kasih. Sang Imanuel, Yesus Kristus, hadir dalam hidup\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">manusia untuk menjadi penuntun dan penolong yang mengangkat segala kebingungan kita.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Refleksi:<\/span><\/strong><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Mari kita menyanyikan lagu ini dengan penuh penghayatan seraya berefleksi:<br \/>\n\u2022 Ketika kehadiran Sang Juruselamat, Yesus Kristus digambarkan dengan begitu luar biasa, bagaimanakah kita memaknai kehadiranNya dalam kehidupan pribadi kita?<br \/>\n\u2022 Seperti apakah pengharapan kita akan kedatangan Tuhan Yesus kembali? Bagaimana kita akan menyambut Dia yang datang itu?<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tuhan Yesus menolong kita memasuki masa adven dengan penghayatan yang lebih dalam.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Forum Pendeta<\/span><\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Minggu, 8 Desember<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 15px;\">\u00a02019<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><em><strong><span style=\"color: #993366;\">IT CAME UPON THE MIDNIGHT CLEAR<\/span><\/strong><\/em><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu lagu pujian yang akan dibawakan dalam Kantata di Malam Natal berjudul &#8220;It Came Upon\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">The Midnight Clear&#8221;. Terjemahan bahasa Indonesia lagu ini dimuat di buku nyanyian Kidung Jemaat\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dengan judul &#8221; Di Malam Sunyi Bergema&#8221; (KJ 96), dan terdiri dari 5 bait. Melalui Sapaan Gembala kali\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">ini, kita akan lebih mengenal lagu tersebut. Tulisan berikut disarikan dari tulisan Bishop Emeritus\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Robert M. Solomon dalam buku berjudul &#8220;Songs of Christmas&#8221; yang diterbitkan oleh Discovery House.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagu &#8220;It Came Upon The Midnight Clear&#8221; ditulis pada tahun 1849 oleh seorang pastor (pengkhotbah)\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Amerika benama Edmund Hamilton Sears pada situasi yang berat dan membuat depresi karena\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">perang dan konflik. Beliau menuliskan hymne ini untuk memproklamasikan berita Natal di mana dunia\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">yang sedang berkonflik ini butuh mendengarkannya. Hal yang menarik dari lagu ini sebagai lagu Natal\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">adalah tidak mencantumkan atau bercerita mengenai Maria, Yusuf, Bethlehem, gembala, orang Majus\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">atau bahkan bayi Yesus sebagai tokoh sentral dari Natal. Walaupun tidak berbicara mengenai bayi\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Yesus, tetapi pesan mengenai kehadiran Penebus, yang membawa damai sejahtera dunia begitu kuat\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">didengungkan. Sang Penebus, Dialah Sang Imanuel, Allah yang beserta kita. Sebagaimana\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dinyatakan dalam surat Ibrani 2:17 (TB) &#8220;Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.&#8221; Bagaimanapun rusaknya kehidupan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">manusia oleh dosa, bahkan mengakibatkan kerusuhan sekalipun dalam hidup bersama, Sang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Penebus dengan damaiNya mampu mengubahkan situasi menjadi sejahtera dan penuh harapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pesan Natal yang dibawakan oleh Malaikat inilah yang seharusnya dihayati secara mendalam. Hal ini\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">disampaikan untuk menggugah seluruh insan bahwa Natal bukan sekedar peristiwa masa lampau.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Pesan kebenaran Natal yang seharusnya terus bergema hingga saat ini di tengah kehidupan yang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">porak poranda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Refleksi:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ketika kita mendengarkan lagu ini, marilah kita membuka hati dan pikiran:<br \/>\n&#8211; Apakah selama ini, ketika kita berpikir tentang Natal, pikiran dan sikap kita seolah\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">memandangnya sebagai sebuah peringatan masa lampau saja dan tidak terkait dengan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">keadaan kita sekarang? Jika ya, maka marilah kita berubah karena Natal bermakna bagi\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">hidup kita pada saat ini.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8211; Apakah pada Natal ini, situasi kita juga sedang dalam konflik dan ketidaknyamanan hubungan dengan orang di sekitar kita? Maka bukalah hati kita untuk mendengar nyanyian malaikat yang membawa pesan kehadiran Sang Penebus yang akan menganugerahkan damai sejahtera,<\/span><\/p>\n<p>&#8211; Maukah kita, agar dalam Natal ini terjadi pemulihan relasi dalam kehidupan kita dengan Tuhan dan sesama? Sambutlah Sang Penebus dalam segala aspek kehidupan Saudara.<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tuhan Yesus, Sang Penebus, memampukan Saudara mengalami damaiNya pada Natal tahun ini dan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">hari-hari mendatang.<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Minggu, 15 Desember<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 15px;\">\u00a02019<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><em><strong><span style=\"color: #993366;\">ANGELS FROM THE REALMS OF GLORY<\/span><\/strong><\/em><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bapak, Ibu dan Saudara terkasih, salah satu lagu pujian yang akan dibawakan dalam Kantata di\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Malam Natal, 24 Desember 2019, berjudul &#8220;Angels from the Realms of Glory&#8221;. Pada saat Panitia Natal\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">bersama Pendeta menyusun tata ibadah Malam Natal, kami langsung terpikirkan dan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">menyenandungkan lagu &#8220;Muliakan Allah Bapa&#8221; dari KJ 242. Walaupun pas dengan nada yang ada,\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">tapi terbersit rasa antara syair dalam Bahasa Inggris dan terjemahan Bahasa Indonesia tidak sesuai.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Setelah mempelajari lebih teliti, buku nyanyian Kidung Jemaat pada bagian kelahiran Yesus dan masa\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Natal, kami menemukan bahwa syair dari &#8220;Angels from the Realms of Glory&#8221; ini dimuat dalam KJ 97\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">berjudul &#8220;Hai Malaikat dari Sorga&#8221;. Memang memakai notasi yang sama dengan KJ 242. Kami\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">berharap bahwa dengan notasi lagu yang tidak asing ini, umat dapat terlibat untuk menyanyikannya\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">pada saat kantata nanti. Melalui Sapaan Gembala ini, kita akan lebih mengenali syair lagu tersebut\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">sehingga dapat meresapi maknanya dengan dalam. Tulisan di bawah ini disarikan dari tulisan Bishop\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Emeritus Robert M. Solomon dalam buku berjudul &#8220;Songs of Christmas&#8221; yang diterbitkan oleh\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Discovery House.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">James Montgomery, penulis syair lagu ini lahir di Skotlandia pada 4 November 1771. Beliau sangat\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">peduli terhadap keadaan sosial dan memberikan dukungan kepada program-program misi dan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kepedulian kepada orang-orang yang berkekurangan. Tema utama dari lagu ini adalah panggilan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">untuk memuji Kristus. Bagian-bagian yang membentuk kisah Natal, dirangkumkan dengan indah oleh\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">J. Montgomery dalam syairnya. Ada perbedaan antara bait\/stanza asli dengan terjemahannya. Pada\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">tulisan aslinya terdapat 7 stanza, dan dalam bahasa Indonesia menjadi 5 stanza\/bait. Malaikat,\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">gembala, para majusi, dunia yang resah hingga langit dan bumi turut ambil bagian membentuk\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">keutuhan syair lagu ini. Tentu bukan hanya sekedar menuliskan ulang dan mengingat kembali kisah\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Natal dalam syair yang sederhana namun indah, J. Montgomery mengajak semua yang menyanyikan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">lagu ini untuk merenungkan kembali kehadiran Kristus dalam kehidupan masing-masing pribadi dan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">juga dunia, yang membawa setiap pihak menyembah Dia dalam kesungguhan. Dengan begitu\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">piawainya, J. Montgomery menutup syairnya dengan pengagungan kepada Allah Trinitas. Peristiwa\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kelahiran Kristus, Sang Juruselamat umat manusia, adalah buah karya Allah Trinitas dalam\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kemahakuasaanNya. Dalam keterbatasan kita memahami Allah Trinitas, biarlah iman kita tetap\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">diteguhkan dan dikuatkan untuk menyembahNya atas karya kasihNya yang begitu luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Refleksi:<\/span><\/strong><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Bagaimanakah penyembahan dan pujian kita selama ini kepada Allah Trinitas? Apakah telah dilakukan dalam kesungguhan dan penghayatan? ataukah seringkali hanya menjadi sekedar\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kebiasaan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Dalam syair ini, semua bagian Natal diceritakan, apakah kita merasakan bahwa kita pun turut\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">menjadi bagian di dalamnya? <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah yang harus kita perbuat agar kita bisa mengalami\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">bahwa kitapun turut serta di dalamnya?\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Kiranya Allah Trinitas memampukan kita semua untuk menyatakan pujian dan penyembahan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kepadaNya dengan lebih sungguh lagi.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Forum Pendeta<\/span><\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Minggu, 22 Desember<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 15px;\">\u00a02019<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #993366;\"><em><strong>JOY TO THE WORLD<\/strong><\/em><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak terasa kita telah sampai di minggu advent ke-4. Kami percaya bahwa kita semua merasakan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">sukacita dan tidak sabar menunggu tibanya hari Natal. Baik kita sebagai umat, maupun setiap orang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">yang terlibat dalam pelayanan Ibadah Malam Natal dan Natal. Paduan Suara maupun pemusik yang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">akan melayani di Kantata Malam Natal telah berjuang berlatih untuk memberikan yang terbaik bagi\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kemuliaan nama Tuhan. Sebagai umat, kita pun juga akan memberikan yang terbaik bagi kemuliaan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">nama Tuhan yaitu melalui kehadiran kita dengan hati yang terbuka, kesungguhan untuk mengalami\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">sukacita Natal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagu &#8220;Joy To The World&#8221; adalah lagu yang sudah akrab bagi kita. Dengan nada yang riang gembira,\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">betul-betul membawa kita pada suasana sukacita karena Kristus, Tuhan, Sang Juruselamat hadir di\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dalam dunia. Lagu ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul &#8220;Hai Dunia, Gembiralah&#8221;\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dan dimuat dalam buku nyanyian Kidung Jemaat 119. Melalui Sapaan Gembala ini, kita akan lebih\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">mengenali lagu tersebut sehingga dapat meresapi maknanya dengan dalam. Tulisan di bawah ini\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">disarikan dari tulisan Bishop Emeritus Robert M. Solomon dalam buku berjudul &#8220;Songs of Christmas&#8221;\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">yang diterbitkan oleh Discovery House.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Syair lagu ini ditulis oleh Isaac Watts, seorang Calvinis berkebangsaan Inggris. Ia adalah seorang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">yang puitis, dan ahli dalam membuat himne. Pengaruh Calvin sangat kuat dalam himne-himne yang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">diciptakannya. Calvin hanya memakai Mazmur sebagai nyanyian di dalam gereja untuk membuat\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">gereja menyanyi sesuai dengan Alkitab. Watts membuat inovasi agar Mazmur dapat dinyanyikan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dengan memakai bahasa kekristenan seperti yang terdapat dalam Perjanjian Baru dalam banyak\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">himne. Syair &#8220;Joy to The World&#8221; merupakan salah satu karyanya yang memakai Mazmur 98 (dan juga\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Mazmur 96:11-12) sebagai dasarnya untuk memberikan pesan ajaran dari Perjanjian Baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Panggilan agar dunia bersukacita ini terjadi karena kedatangan Kristus, Sang Juruselamat. Sukacita\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">tersebut diwujudkan dengan sikap hidup yang aktif. Menariknya, lagu ini mengulas dari kedatangan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Kristus yang pertama maupun juga pengharapan akan kedatangan Kristus kembali. Baik kedatangan\u00a0yang pertama maupun kedatanganNya kembali adalah hal yang berhubungan erat dan memberikan makna yang mendalam satu terhadap yang lainnya.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Refleksi:<\/strong><br \/>\n\u2022 Lagu ini dengan penuh semangat mengajak kita untuk bersukacita. Sudahkah sukacita karena kedatangan Kristus memenuhi hati dan hidup kita?<br \/>\n\u2022 Bagaimana agar kita terus dapat hidup dalam sukacita?<br \/>\n\u2022 Syair lagu ini mengatakan &#8220;di hatimu terimalah&#8221;. Apa yang harus kita persiapkan untuk menerima Kristus tinggal dalamnya senantiasa?<br \/>\n<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Minggu, 29 Desember<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 15px;\">\u00a02019<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #993366;\"><strong><em>WE THREE KINGS OF ORIENT ARE<br \/>\n<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bapak, Ibu dan Saudara sekalian : Selamat Natal! Kiranya damai sejahtera dan sukacita kelahiran Juruselamat\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">senantiasa hadir dalam setiap langkah kehidupan kita. Masih dalam rangkaian Masa Natal, dalam Sapaan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Gembala akhir tahun ini, kita akan bersama melihat pada satu lagu yang dibawakan pada Kantata Malam Natal\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">tanggal 24 Desember 2019 yang lalu. Masih dari sari tulisan Bishop Emeritus Robert M. Solomon dalam buku\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">berjudul &#8220;Songs of Christmas&#8221; yang diterbitkan oleh Discovery House, kita akan merefleksikan lagu yang terakhir\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">untuk Sapaan Gembala bulan ini, yaitu &#8220;We Three Kings of Orient Are&#8221;. Dalam bahasa Indonesia yang dimuat\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dalam Kidung Jemaat 129 diberi judul &#8220;Dari Timur Jauh Benar&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rev. John Henry Hopkins, Jr menuliskannya pada tahun 1857. Lagu ini diangkat dari pemberitaan Injil\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Matius 2:1-11. Mengenai siapakah Orang Majus itu, bagaimana mereka dan dari manakah mereka sebenarnya\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">banyak dibicarakan oleh legenda \/ cerita seputar kisah Kelahiran Yesus. Tetapi tentu saja, pegangan kita bukan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">pada legenda tetapi pada pemberitaan Alkitab. Pasti ada maksud ketika Alkitab (dhi. Injil Matius) tidak\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">mencantumkan keterangan lebih lanjut mengenai para majus ini. Meskipun para majus tidak hidup dalam\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">penghayatan pengharapan kedatangan Mesias dari Keturunan Raja Daud, Allah memakai pengetahuan dalam\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kebudayaan mereka untuk menjelaskan mengenai hadirnya Sang Raja. Ketika bintang pandu itu muncul, maka\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dengan sigap mereka bergerak mengikuti arah yang ditunjukkan meskipun tanpa kejelasan tujuan. Dengan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">sangat apik, sang penulis lagu merangkaikannya menjadi satu pernyataan iman yang utuh mengenai Sang Raja\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">yang hadir di tengah dunia, bahwa pemerintahanNya mewujud dalam kesengsaraan, penderitaan, kematian\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">hingga kebangkitanNya yang begitu agung.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Refleksi:<\/span><\/strong><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Mari kita membayangkan diri kita adalah seperti para majus yang menempuh perjalanan karena tergerak oleh\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">tanda yang diberikan Allah untuk berjumpa, mengenal dan mengalami hadirnya Sang Raja :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Perjalanan ini tidak mudah, tidak diketahui di mana ujung tujuannya, apakah yang membuat kita tetap\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">setia dan terus mau berjalan?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Apa yang akan kita bawa sebagai persembahan terbaik bagi Sang Raja?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Apa yang menjadi respon kita ketika kehadiran Sang Raja justru tidak seperti bayangan dan harapan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kita?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Bagaimanakah kita mengalami Sang Raja dalam perjalanan kehidupan kita setiap hari?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kiranya perenungan kita di akhir tahun 2019 ini, menjadi bekal dalam kita menjalani kehidupan di tahun 2020<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">yang Tuhan percayakan, dan mempersembahkan yang terbaik bagi kemuliaan namaNya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Forum Pendeta<\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desember 2019 Minggu, 1 Desember\u00a02019 O COME, O COME, EMMANUEL Umat Tuhan yang terkasih, tidak terasa kita telah memasuki Bulan Desember. Tentunya suasana menyambut\u00a0Natal telah sedikit banyak kita rasakan. Begitu pula di gereja kita. Bahkan sebelum memasuki minggu adven,\u00a0persiapan Natal sudah mulai dilakukan. Ada yang spesial untuk Natal tahun 2019, yang dipersiapkan oleh Panitia\u00a0Natal GKI<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"template-right-secondary-sidebar-no-page-title.php","meta":{"footnotes":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5833"}],"collection":[{"href":"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5833"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5919,"href":"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5833\/revisions\/5919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gkipengadilan.or.id\/gkipengadilanbogor\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}