Sejarah GKI Pengadilan Bogor

 

ikon-sejarah-gki-pengadilan-bogor
I. AWAL MULA GKI BOGOR (1967-1968)

gedung-SD-BPK-Suryakencana
Gedung SD BPK Bogor di Jalan Suryakencana No. 116, Bogor
pak-rasmindarya-bersama-majelis
Panitia Pos PI pertama (Ki-ka): Bapak Harry Gunawan, Pendeta E. Rasmindarya, Bapak J.G. Abednego
panitia-pos-PI-pertama
Pendeta E. Rasmindarya bersama Majelis di Pos Suryakencana 116, Bogor

Pos PI yang baru ini secara rutin mengadakan kebaktian, persekutuan, dan kegiatan-kegiatan gerejawi, sampai pada penyelenggaraan Perjamuan Kudus yang pertama pada tanggal 8 Oktober 1967 yang dilayani oleh Pendeta Rasmindarya (almarhum). Sebagai kelengkapan sebuah pos PI maka disusunlah Personalia Pengurus yang diketuai JG. Abednego, sekretaris Arif Samekto dan bendahara Harry Gunawan.

Seiring dengan berjalannya waktu dan pertumbuhan Jemaat yang diberkati, dibentuklah komisi -komisi seperti Komisi Pemuda, Komisi Anak dan Komisi Wanita dan juga panitia panitia lainnya untuk melengkapi dan menampung kegiatan kegiatan yang semakin berkembang.

Melihat semakin berkembangnya Pos PI ini maka panitia Pos bekerja keras dan berusaha untuk mendewasakan jemaat, kemudian mengajukannya ke Klasis di Jakarta. Puji Tuhan, pada tanggal 31 Oktober 1968, berlangsunglah Kebaktian Pendewasaan Pos PI menjadi jemaat GKI Jabar yang bernaung dalam lingkungan Klasis Jakarta.

Dengan kemurahan Tuhan, jemaat GKI Jabar Bogor dapat berdiri dan menjadi tempat bersekutu bagi anak-anak-Nya. Anggota-anggota majelis pertama yang diteguhkan adalah:

Ketua (Pendeta Konsulen)
Pdt. E. Rasmindarya

Wakil Ketua
D.J. Tjahya

Sekretaris I
Arief Samekto

Sekretaris II
U. Nathanael

Bendahara
Harry Gunawan

Anggota
Ny. Jahja Halim



II. GKI JABAR BOGOR, JL. PENGADILAN NO. 13 (1970)

gki-jawa-barat-70-an
GKI Jawa Barat tahun 1970-an
bangunan-lama-gki-bogor
Bangunan lama yang sedang direnovasi menjadi ruang tengah Gereja
ruang-kebaktian-mimbar-gereja
Tampak depan Gereja setelah renovasi di tahun 1980-an

tampak-depan-gereja-setelah-renovasi
Jumlah jemaat yang berbakti terus bertambah, tempat ibadah di Jl. Suryakencana No. 116 dianggap sudah tidak memadai lagi, sehingga lahirlah inisiatif untuk mencari tempat baru. Di bulan Juli 1970, pengurus Gereja menemukan sebuah bangunan lama dan kemudian membelinya seharga Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah).

Selanjutnya bangunan lama tersebut sedikit demi sedikit mulai diperbaiki, sehingga dapat dipakai sebagai Ruang Kebaktian, dan Natal pertama di tempat yang baru ini dapat diselenggarakan pada 25 Desember 1970. Pada tanggal 3 Januari 1971, Kebaktian Minggu pertama diadakan di gedung baru dan sore harinya diadakan Kebaktian Peresmian Gedung Gereja oleh Sinode GKI Jawa Barat.



III. POS KPK KRACAK DAN POS KPK BOGOR BARU (1980-AN)

kegiatan-persekutuan-gki-bogor
Kegiatan persekutuan di rumah keluarga Bapak Iswanyandi (almarhum)
bangunan-gereja-gki-bogor-pos-kracak
Bangunan Gereja Kracak, Desa Rancabungur Bogor di tahun 2000
gki-bogor-pendeta-kiki-nugraha
Pendeta Kiki Nugraha

Pada tanggal 11 Februari 1990, mulai diadakan kebaktian di Pos KPK Bogor Baru pada jam 17:00. Pada tanggal 2 Agustus 1992, jam kebaktian di Pos KPK Bogor Baru berubah menjadi jam 09:00. Dan Jemaat Bogor Baru didewasakan pada tanggal 25 Januari 2003.

Pos Pelayanan di Kracak-Semplak berawal dengan dibukanya Pos Komisi Anak pada tahun 1984 yang bertempat di rumah salah seorang jemaat yang berdomisili di Kracak yaitu Bapak Iswanyandi (almarhum). Kemudian menyusul Persekutuan Dewasa yang diadakan dua minggu sekali dan diikuti dengan dibukanya Persekutuan Remaja.

Melihat perkembangan dan kebutuhan Jemaat di Pos Kracak maka Majelis Jemaat membentuk Panitia Pembelian Tanah dan Pembangunan Gedung Gereja di Kracak dan hal ini dapat diwujudkan dan diselesaikan pada tahun 2000.

Sebagai panggilan pelayanan Gereja terhadap jemaat maupun masyarakat sekitar, maka dibukalah Balai Pengobatan ‘‘Mitra Waluya‘‘ pada bulan Oktober 2001. Pada saat itu jumlah pasien yang telah dilayani rata-rata mencapai 350 pasien per bulan. Pada saat sekarang pasien yang dapat dilayani mencapai 1000 pasien lebih per bulan. Majelis Jemaat memandang perlu untuk memperbaiki akses jalan masuk dengan melakukan pembetonan jalan dan pemasangan paving yang sudah selesai dikerjakan pada bulan Mei 2013.



IV. RENOVASI ATAP GEREJA, PEMBUATAN BALKON DAN MENARA GEREJA (1988–1990)

renovasi-interior-eksterior-gki-bogor
Renovasi interior dan eksterior Gereja
pembuatan-balkon-menara-gki-bogor
Pembuatan balkon dan menara Gereja
suasana-kebaktian-di-ruang-tanpa-atap
Suasana kebaktian di ruang tanpa atap
gedung-gereja-setelah-renovasi-1988-1990
Gedung Gereja setelah renovasi di tahun 1988-1990

Pengurus Gereja merasa perlu mengerjakan renovasi besar dan berani pada tahun 1988-1990, dengan membongkar atap Gereja, membuat balkon, serta menara Gereja di bawah pimpinan Bapak Ananta Harianto.

Sebelum mengerjakan renovasi di tahun 1990, daya tampung Gereja hanya sekitar 300-400 jemaat. Setelah renovasi rampung, daya tampung Gereja meningkat menjadi 600 jemaat lebih, sedangkan bila ada acara-acara gerejawi seperti Paskah, Natal, Perjamuan Kudus, dan lain-lain, Gereja harus menyediakan tenda tambahan di halaman depan.



V. RENOVASI BALKON DAN TAMPAK DEPAN GEREJA (TAHUN 2000)

perkembangan-pesat-jemaat-gki-bogor
Perkembangan pesat jemaat GKI Pengadilan Bogor

Jemaat GKI Pengadilan Bogor dapat dikatakan sebagai jemaat yang sangat berkembang, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun dari banyaknya anggota-anggota baru yang masuk menjadi anggota.

Melihat perkembangan yang pesat ini, seringkali jemaat yang akan beribadah tidak mendapatkan tempat duduk. Salah seorang jemaat yang merasa prihatin dengan kondisi ini, mengusulkan untuk kembali memperluas balkon dan sekaligus merenovasi tampak depan Gereja kita.

Puji Tuhan, kerinduan ini mendapatkan jawaban dari Tuhan, melalui seorang simpatisan yang tidak mau disebutkan namanya bersedia untuk membiayai perluasan balkon sekaligus merenovasi tampak depan gedung Gereja, menjadi seperti yang kita lihat pada saat ini.



VI. GANG BARU N0. 20 (GEDUNG SERBAGUNA DAN MITRA WALUYA)

ruang-perpustakaan-gki-bogor
Ruang perpustakaan
ruang-sekolah-minggu-gki-bogor
Kegiatan Sekolah Minggu
ruang-serbaguna-gki-bogor
Ruang serbaguna GKI Pengadilan Bogor
mitra-waluya-gki-bogor
Mitra Waluya, Jl. Gang Baru No. 20 Pabaton, Bogor (2013)

Pada tahun 2002, Majelis Jemaat memutuskan untuk membeli bangunan tua di atas sebidang tanah seluas 400 meter persegi yang terletak di Jl. Gang Baru No. 20-Pabaton, Bogor. Lokasi bangunan berada tepat di belakang Gereja. Bapak Anton Subur yang memimpin Panitia Pembelian Tanah dan Pembangunan Ruang Serbaguna.

Saat ini ruang serbaguna digunakan sebagai ruang Sekolah Minggu dan bagian depan dipakai untuk Balai Pengobatan Mitra Waluya. Pasien yang berobat saat ini tercatat lebih dari 500 pasien setiap bulan, dengan jam buka pukul 10.00 sampai 12.00 pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Balai Pengobatan Mitra Waluya ini diprakarsai oleh Drg. Gunawan Halim beserta dengan rekan-rekan dokter lainnya yang terpanggil untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaat dan juga masyarakat umum. Mitra Waluya membuka praktek dokter umum, kulit, gigi, konsultasi kandungan dan juga akupunktur.


VII. PEMBELIAN TANAH SEBELAH GEREJA JL. PENGADILAN 33 (TAHUN 2009)

interior-gki-bogor
Interior GKI Pengadilan Bogor
pembelian-tanah-bangunan
Panitia membeli tanah dan bangunan sebelah Gereja
sekolah-minggu-gki-bogor
Kegiatan Sekolah Minggu di lapangan terbuka
tanah-bangunan-sebelah-gki-bogor
Tanah dan bangunan sebelah Gereja

Setelah vakum cukup lama dari kegiatan-kegiatan renovasi dan perluasan Gedung Gereja, rupanya Tuhan tidak berhenti berkarya. Pertumbuhan jemaat yang pesat diikuti juga dengan kebutuhan akan sarana dan prasarana yang memadai, dan juga kebutuhan akan ruang-ruang sekolah minggu yang semakin mendesak, mendorong panitia untuk membeli tanah dan bangunan sebelah Gereja. Pada saat ini jumlah Jemaat kita mencapai 2000 jemaat lebih dan jumlah anak-anak sekolah minggu sudah di atas 600 anak. Perlu diketahui pula pada setiap kebaktian minggu, Jemaat yang hadir pada kebaktian 1,2 dan 3 mencapai 1600 jemaat lebih.

Kesempatan membeli tanah dan bangunan sebelah Gereja mulai terbuka. Tuhan berkarya melalui anak-anakNya dengan terbentuknya Panitia untuk merencanakan pembelian tanah dan bangunan sebelah Gereja yang diketuai oleh Bapak Timbul O. Hutabarat (almarhum).

Setelah melalui beberapa kali negosiasi harga dan cara-cara pembayaran, maka disepakati transaksi jual beli yang dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2009 di kantor Notaris Lanny Hartono S.H. di Bogor. Tanah dan bangunan seluas 400 m2 tersebut diperoleh dengan harga Rp. 2.350.000.000 ,- (Dua Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).



VIII. RENOVASI GEDUNG GEREJA (2013-2014)

kondisi-atap-gereja-gki-bogor
Kondisi atap Gereja (2012)
kondisi-atap-gereja-gki-bogor-2
Kondisi atap Gereja (2012)
kondisi-ruang-kebaktian-2012
Kondisi ruang kebaktian (2012)
penyerahan-surat-tugas-gki-bogor
Penyerahan surat tugas dari Ketua Umum Majelis Jemaat GKI Pengadilan Bogor kepada Panitia Renovasi dan Perluasan Gereja
pembongkaran-bangunan-lama-gki-bogor-2
Pembongkaran bangunan lama gedung GKI Pengadilan Bogor
pekerjaan-konstruksi-baja-perluasan-balkon-gki-bogor
Pekerjaan konstruksi baja dan perluasan balkon
pekerjaan-konstruksi-baja-perluasan-balkon-gki-bogor-2
Pekerjaan konstruksi baja dan perluasan balkon

Kondisi gedung Gereja sudah semakin tua sehingga atap bangunan Gereja banyak yang bocor, diakibatkan kayu atap yang lapuk. Selain itu, jumlah jemaat yang hadir pada kebaktian semakin banyak sehingga ruang kebaktian tidak dapat menampung lagi. Maka itu pada tahun 2013 diputuskan untuk merenovasi atap gedung gereja.

Saat pelaksanaan pembangunan ternyata ditemukan bahwa kondisi fondasi bangunan sudah tidak mampu menyangga bangunan dan atap baru yang direncanakan. maka itu, atas saran dari instansi pemerintah yang mengeluarkan ijin mendirikan bangunan (IMB), dilakukan penguatan fondasi dan dinding bangunan Gereja.

Sementara renovasi dilakukan, kegiatan kebaktian umum dan sekolah minggu serta kantor gereja dipindah ke bangunan sementara yang berlokasi di sebelah Gereja.



IX. RUANG IBADAH SEMENTARA RUKO JL. PENGADILAN 31 B-31 C (2013-2014)

peresmian-ruang-kebaktian-sementara-gki-bogor
Kegiatan berdoa di acara peresmian ruang kebaktian sementara (2012)
peresmian-ruang-kebaktian-sementara-gki-bogor-2
Peresmian pemakaian ruang kebaktian sementara (2012)
ruang-sekolah-minggu-sementara
Ruang Sekolah Minggu sementara
ruang-tata-usaha-sementara
Ruang tata usaha sementara

X. PASKA RENOVASI (OKTOBER 2014)

eksterior-gki-bogor
Eksterior bangunan GKI Pengadilan Bogor
mimbar-gki-bogor
Mimbar khotbah GKI Pengadilan Bogor
ruang-interior-kebaktian-gki-bogor-1
Ruangan ibadah GKI Pengadilan Bogor lantai 1
ruang-interior-kebaktian-gki-bogor-2
Ruangan ibadah GKI Pengadilan Bogor lantai 1 dan 2
ruang-interior-kebaktian-gki-bogor-3
Area untuk pengiring persembahan musik

“Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.”
(2 Tawarikh 7 : 16)



XI. PENDETA 


Pdt. E. Rasmindarya sebagai Pendeta Konsulen

April 1974
Kiki Anugraha mulai melayani 
sebagai Tua-tua khusus

4 Agustus 1975 
Tua tua khusus. Kiki anugraha ditahbiskan menjadi Pendeta

16 Juni 1989
Pdt. Kiki Anugraha diutus sebagai 
tenaga Utusan Gerejawi ke Presbyterian Church Singapura

5 Agustus 1991
Peneguhan Pdt. Tony Sutanto Theophilus, sampai dengan 8 September 2003

2 Desember 1991
Penahbisan Ttk. Santoni

18 Agustus 1997
Peneguhan jabatan gerejawi Pdt. Nugroho

4 September 2006
Peneguhan Pdt. Ujang Tanusaputra, sampai dengan 30 Juli 2014

16 November 2009
Penahbisan Pnt. Esakatri Parahita

23 November 2015
Peneguhan Pdt. Tri Santoso



CATATAN KHUSUS

31 Oktober 1968
Kebaktian Pendewasaan Pos Pekabaran Injil GKI Jawa Barat di Bogor menjadi Jemaat Dewasa,

yang kemudian disebut GKI Bogor dan sekarang menjadi GKI Pengadilan Bogor