
Menapaki Jalan
Memasuki minggu kedua di bulan Januari, suasana perayaan Tahun Baru perlahan mereda. Rutinitas kembali berjalan, pekerjaan menanti, dan tanggung jawab sehari-hari kembali menyapa. Di awal tahun, banyak dari kita telah menyusun rencana dan harapan. Namun seiring langkah demi langkah dijalani, tidak jarang muncul kegelisahan kecil: apakah jalan yang saya tempuh sudah benar? Bagaimana jika rencana ini tidak berjalan seperti yang saya bayangkan?
Firman Tuhan dalam Amsal 3:5-6 berkata: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Firman ini mengingatkan kita bahwa hidup orang percaya bukan sekadar soal perencanaan yang matang, melainkan tentang kepercayaan yang mendalam kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati berarti menyerahkan diri secara utuh kepada-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita melibatkan Tuhan hanya pada hal-hal besar atau saat situasi terasa di luar kendali. Sementara itu, keputusan-keputusan kecil justru sering kita ambil dengan keyakinan penuh pada kemampuan sendiri. Padahal, penyerahan yang sejati mengundang Tuhan hadir dalam setiap aspek kehidupan, termasuk hal-hal yang kita anggap biasa dan sepele.
Firman Tuhan juga mengajak kita untuk tidak menjadikan pengertian sendiri sebagai sandaran utama. Cara pandang manusia terbatas dan mudah dipengaruhi oleh situasi sesaat. Apa yang tampak benar menurut logika belum tentu membawa kebaikan yang sejati. Ketika seluruh beban hidup diletakkan pada perhitungan dan kekuatan diri, kelelahan dan kekecewaan kerap mengikuti. Di sinilah Tuhan mengundang kita untuk belajar rendah hati, membuka ruang bagi hikmat-Nya yang melampaui pemahaman manusia.
Mengakui Tuhan dalam segala laku berarti melibatkan Dia dalam setiap langkah kehidupan. Baik dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan relasi dengan sesama, kita diajak untuk terus mengingat serta bersandar pada-Nya. Janji Tuhan untuk meluruskan jalan bukanlah jaminan hidup tanpa tantangan, melainkan jaminan penyertaan yang menuntun kita pada arah yang benar. Jalan yang diluruskan Tuhan adalah jalan yang memiliki tujuan, makna, dan harapan di dalam kasih-Nya.
Menapaki minggu kedua Januari 2026, marilah kita kembali menata langkah hidup kita. Jangan berjalan mendahului Tuhan, melainkan belajarlah berjalan bersama-Nya. Ketika kita percaya, berserah, dan mengakui Tuhan dalam setiap langkah, Ia setia meluruskan jalan hidup kita, hari demi hari, sesuai dengan kehendak dan waktu-Nya yang sempurna.
Arnold
Foto: Canva
Informasi Kronologi Perjalanan “Masalah Yasmin” 2001-2021
Majelis Jemaat GKI Jl. Pengadilan 35 Bogor
Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB
Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB
Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6
Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B




