Merayakan Kasih Allah

Bulan Februari dikenal sebagai bulan cinta kasih. Hari Valentine yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari membuat bulan Februari dipenuhi dengan simbol atau dekorasi hati dan warna pink. Selain itu mawar dan coklat juga menjadi simbol yang sering dipakai untuk mengungkapkan rasa sayang kepada sesama. Terlepas dari kontroversi yang mewarnai perayaan ini, sesungguhnya kasih sayang adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar. Mother Teresa mengatakan: “karena merasa tidak diinginkan, tidak dicintai, dan tidak diperhatikan adalah kemiskinan terbesar.” Allah dalam Yesus adalah Allah yang kita kenal dengan cinta-Nya. Injil Yohanes 3:16 adalah satu dari sekian banyak ayat yang memperkenalkan Allah dengan tindakan kasih-Nya. Apa yang bisa kita mengerti dan hidupi dari kasih Allah ini?

Pertama: “Karena begitu besar kasih Allah…” Dasar dari semua tindakan Allah dalam relasinya dengan manusia adalah karena kasih-Nya. Dalam kasih-Nya, Ia melihat kebutuhan utama manusia adalah diterima dan dikasihi: apapun keadaan mereka. Dunia sering mengajarkan bahwa kita harus “menjadi layak” untuk dikasihi. Namun, Allah mengasihi dunia justru saat dunia sedang dalam kondisi memberontak. Kasih Allah dalam Kristus adalah kasih yang terwujud dalam tindakan, bahkan pengurbanan. Kasih Allah bukan sekedar perasaan sentimental, melainkan sebuah keputusan yang disertai tindakan nyata. Kasih Allah adalah kasih tanpa syarat: Allah tidak menunggu kita berbenah diri sebelum mengulurkan tangan-Nya.

Kedua: Pengurbanan yang tak terukur: “…sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal” Merayakan kasih Allah berarti menyadari harga yang dibayar. Kata “mengaruniakan” di sini merujuk pada pemberian yang paling berharga. Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk manusia yang dikasihi-Nya bukan sekedarnya. Ia memberikan diri-Nya sendiri dalam rupa Sang Anak. Di kayu salib kita menemukan puncak kasih Allah. Manusia dengan segala dosanya harus dihukum, tetapi dalam Kristus, Allah memulihkannya. Kasih-Nya merangkul kita, sementara keadilan-Nya diselesaikan melalui pengurbanan Kristus.

Ketiga: Jaminan Masa Depan: “…supaya setiap orang yang percaya… beroleh hidup yang kekal”. Tujuan dari kasih Allah adalah agar manusia memiliki hari depan yang berpengharapan. Jika maut adalah upah dosa yang menanti manusia, maka hidup kekal adalah masa depan manusia. Kasih Allah dalam Kristus mengubah arah hidup dan masa depan manusia. Kasih ini juga yang seharusnya menginspirasi manusia dalam mengasihi sesamanya (pasangan, anak, orang tua, teman, sahabat, bahkan musuh sekalipun) yaitu membuka ruang untuk masa depan yang berpengharapan. Kasih Allah ini membutuhkan respons kita: “Percaya” bukan hanya mengamini secara intelektual, tapi menaruh seluruh hidup kita kepada-Nya. Hal ini harus nampak dari kualitas hidup kita: “Hidup kekal” bukan hanya bicara soal hidup setelah mati, tapi soal kualitas hubungan dengan Tuhan yang dipulihkan dan dimulai saat ini juga.

Jika Allah adalah kasih dan sumber kasih (1 Yohanes 4:8) yang telah memberikan yang paling berharga (Anak-Nya), maka hidup adalah perayaan kasih atau cinta . Maka kasih bukan hanya kata atau rasa yang tergantung suasana dan hati. Kasih adalah dasar dari semua tindakan kita, kasih terwujud dalam setiap kata, karya dan kerja serta kasih itu memberikan ruang untuk hidup yang lebih baik. Terimalah kasih-Nya, rayakan kasih-Nya dan alirkan kasih-Nya dalam setiap langkah hidup.

Forum Pendeta

Foto: Canva


Informasi Kronologi Perjalanan “Masalah Yasmin” 2001-2021
Majelis Jemaat GKI Jl. Pengadilan 35 Bogor


Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB



Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB


Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6


Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B