Dimurnikan Melalui Ujian

Di dalam proses memperbaiki diri, pernahkah Anda merasa bahwa hidup justru terasa semakin berat? Di saat kita mulai belajar jujur melihat diri sendiri, mencoba berubah, berdoa lebih sungguh, tetapi fase ini terasa penuh tantangan dan sangat panjang. Hari-hari yang tadinya terasa biasa atau cukup sulit, berubah level menjadi sangat sulit. Hubungan keluarga tetap rumit, pekerjaan tambah melelahkan, hati masih penuh pergumulan, bahkan doa-doa terasa belum dijawab. Dalam keadaan seperti itu, kita mudah berpikir bahwa Tuhan tidak melakukan apa-apa untuk menolong kita. Namun, ketahuilah bahwa perasaan “tertekan” atau “panas” dalam hidup sering kali bukanlah tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita, melainkan tanda bahwa Ia sedang bekerja secara intensif untuk memulihkan kualitas batin kita. Ia tidak ingin kita hanya terlihat baik di permukaan, tetapi Ia menginginkan sebuah kemurnian yang tahan uji.

Firman Tuhan dalam Zakharia 13:7-9 menggambarkan sebuah proses pemurnian yang dikerjakan Tuhan. Teks ini diawali dengan gambaran Sang Gembala yang terpukul. Bagi kita, ini menunjuk kepada pengurbanan Kristus yang membuka jalan pemulihan bagi manusia. Setelah itu dikatakan bahwa dalam proses penyaringan hanya “sepertiga” yang tinggal. Ini bukan sekadar soal jumlah, melainkan gambaran tentang umat yang dimurnikan Tuhan melalui berbagai ujian kehidupan. Firman Tuhan berkata, “Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti memurnikan perak.” Pada zaman dahulu, perak dimurnikan dengan cara dipanaskan dalam tungku. Saat logam itu dibakar, kotoran-kotorannya akan muncul ke permukaan dan dipisahkan sedikit demi sedikit. Proses itu tentu tidak nyaman, tetapi justru di sanalah kemurnian dibentuk.

Dalam hidup kita, Tuhan sering memakai pergumulan untuk menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dalam hati. Di saat memeriksa diri dan bergumul, mungkin kita menemukan ego, kepahitan, keangkuhan, atau rasa takut yang selama ini kita simpan. Pemurnian tidak selalu terjadi lewat kata-kata yang indah yang menyentuh, tetapi sering kali melalui proses hidup yang membentuk karakter kita. Namun, Tuhan adalah Penyepuh Perak yang setia. Ia tidak pernah membiarkan kita sendirian di dalam api. Ia terus mengawasi panasnya tungku dan Ia mengetahui batas kekuatan kita. Tuhan tidak akan membiarkan api itu menghancurkan kita, tetapi Ia juga tidak akan mengangkat kita terlalu cepat sebelum proses pembentukan selesai.

Jika hari-hari ini Anda sedang berada dalam “api” kehidupan, hindarilah menganggap Tuhan tidak peduli. Bisa jadi, Ia sedang membentuk hati yang lebih murni dan iman yang lebih dewasa. Mungkin Tuhan belum langsung mengubah keadaan kita, tetapi Ia sedang mengubah diri kita melalui keadaan itu. Di akhir proses itu, Tuhan berkata, “Mereka adalah umat-Ku,” dan umat menjawab, “TUHAN adalah Allahku.” Inilah tujuan pemurnian: hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan. Api ujian bukan tanda Tuhan meninggalkan kita, melainkan tanda bahwa Ia belum selesai membentuk kita.

Arnold

Foto: kesaksian.org


Informasi Kronologi Perjalanan “Masalah Yasmin” 2001-2021
Majelis Jemaat GKI Jl. Pengadilan 35 Bogor


Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB



Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB


Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6


Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B