
Belajar dari Tanaman Bambu
Pohon bambu menyajikan keunikan alamiah yang sangat kaya untuk kita refleksikan dalam kehidupan beriman. Secara pribadi, batang bambu sangat lentur. Saat angin kencang bertiup menerjang, ia tidak bersikap kaku hingga patah, melainkan merunduk fleksibel lalu kembali tegak berdiri. Rahasia daya tahan bambu tidak hanya terletak pada kelenturan batangnya, melainkan juga pada caranya tumbuh. Sebelum menjulang tinggi ke udara, bambu menghabiskan waktu bertahun-tahun di bawah tanah hanya untuk membangun dan memperdalam sistem perakarannya. Selain itu, ia selalu hidup bergerombol dalam satu rumpun dengan akar-akar yang saling bertautan erat. Kombinasi antara akar yang menancap dalam, kelenturan pribadi, dan kekuatan dalam kebersamaan inilah yang menjadikan bambu mampu bertahan melintasi berbagai iklim dan badai kehidupan.
Ketahanan yang luar biasa ini menemukan gaungnya dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Dalam 2 Korintus 4:8-12, Paulus memaparkan realitas pergumulan pelayanan yang dihadapinya. Mereka ditindas namun tidak terjepit, habis akal namun tidak putus asa, dianiaya namun tidak ditinggalkan, dan dihempaskan namun tidak binasa. Kesaksian Paulus ini menegaskan bahwa ketahanan seorang pelayan Kristus bukanlah hasil dari kehebatan atau kekuatan instan diri sendiri, melainkan karena ada kuasa Allah yang melingkupi manusia yang pada dasarnya rapuh. Paulus menyadari bahwa ketika kita bersedia membawa kematian Yesus di dalam tubuh kita melalui proses pembentukan yang panjang, kerendahan hati, dan kesetiaan melewati penderitaan, saat itulah kehidupan Yesus justru menjadi nyata dan terpancar melalui pelayanan kita kepada orang lain.
Melalui perenungan ini, kita dipanggil untuk menghidupi kesaksian dan pelayanan dengan teladan karakter bambu yang berakar pada relasi dengan Tuhan. Sebagai individu, mari kita membangun fondasi iman yang dalam agar menemukan sang sumber kekuatan yang memampukan kita dalam bersaksi dan melayani. Proses pertumbuhan akar yang mungkin berlangsung sunyi dan membutuhkan waktu lama akan memberi kita kelenturan iman saat menghadapi tekanan kehidupan maupun dinamika pelayanan. Di sisi lain, kita tidak dirancang untuk berjuang sendirian. Sama seperti rumpun bambu yang saling menopang di kala badai, pelayanan dan kesaksian jemaat hanya akan menjadi kuat jika kita saling bergandengan tangan, melayani bersama, dan menopang satu sama lain dalam persekutuan tubuh Kristus. Ketika kita berakar dalam, lentur secara pribadi, dan bersatu dalam kebersamaan, hidup kita akan menjadi saksi yang menghadirkan kasih dan karakter Kristus bagi dunia di sekitar kita.
Pnt. Arnold A. Siburian
Foto: A Moral Stories
Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB
Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB
Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6
Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B


