
Makin Serupa Yesus, Tuhanku
Judul tulisan ini terinspirasi dari lagu dengan judul yang sama yang dimuat dalam buku lagu Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB) no 138. Dalam terjemahan Bahasa Indonesia, syair ini menyatakan bahwa makin serupa Yesus merupakan kerinduan yang sungguh, sebuah cita-cita dan menjadi doa setiap hari. Apakah hal itu yang juga sebenarnya terjadi dalam kehidupan kita? Ataukah keserupaan dengan Yesus hanya berhenti sampai sebatas pemahaman teologis yang tidak berakar pada praktek kehidupan sehari-hari? Sebagaimana yang sudah kita pelajari selama 4 minggu berturut-turut bahwa hanya karena anugerah ilahi, kita diperjumpakan dan dapat memiliki relasi dengan Tuhan, maka keserupaan dengan-Nya tidak boleh hanya sebatas pemahaman teologis. Kita harus menantang diri sendiri untuk dapat mewujudkannya sebagai respon atas anugerah ilahi dalam Kristus yang sudah tercurah bagi kita.
Surat 2 Petrus 1:4 menunjukkan kepada kita bahwa anugerah Tuhan melayakkan kita mendapatkan bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu yang membinasakan dunia. Oleh sebab itulah, ia menekankan bahwa setiap pembacanya perlu bersungguh dengan imannya, bukan hanya sekadar percaya, melainkan membuat imannya menjadi hal yang aktif dalam kehidupan yang dijalani. Untuk itu perlu kesediaan berproses dalam kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih kepada saudara dan semua orang. Hal-hal inilah yang akan meneguhkan dan menguatkan panggilan serta pilihan kita di dalam Kristus, yang akan menjadikan kita makin hari makin serupa dengan Kristus. Nasihat dari penulis surat Petrus ini jika dikelompokkan, maka kita perlu berproses dengan diri sendiri, sesama, dan semua orang.
Untuk dapat memfasilitasi seluruh umat Tuhan dalam proses ini, maka gereja hadir melalui program pelayanan yang ada. Agar seseorang dapat berproses dengan dirinya, maka ada program-program pembinaan dalam berbagai segi yang diadakan oleh gereja. Umumnya, orang berpikir bahwa program pembinaan tidak menarik, tetapi jika kita memiliki kerinduan serupa Kristus, maka inilah yang bisa mulai kita kerjakan. Kita tergerak dan mengikuti dengan semangat program-program pembinaan yang ada dengan pemahaman bahwa kita sedang difasilitasi dan ditolong menghidupi kesungguhan iman kita. Program oikumene gerejawi menfasilitasi kita dalam proses mengasihi sesama saudara dalam Kristus. Kehadiran kita adalah untuk saling menopang dan menguatkan. Tuhan mempersatukan kita sebagai tubuh-Nya untuk kita bisa berproses bersama. Gereja juga hadir dalam kebersamaan di tengah masyarakat dalam program oikumene kemasyarakatan, di mana peran aktif kita dinantikan. Ini bukan hanya pelayanan sekelompok orang tetapi panggilan kita sebagai anggota tubuh Kristus untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjadi berkat.
Ketika kita bersedia berproses mengambil bagian, terlibat aktif bukan hanya sekadar datang, dalam program-program pelayanan yang ada, maka kita sedang melakukan persembahan kepada Tuhan. Dalam GKI, kita mengenalnya dengan persembahan nilai tambah. Dalam persembahan nilai tambah, proses kehidupan yang terus menerus berlangsung untuk menjadi makin serupa dengan Kristus merupakan ungkapan syukur yang mengalir dalam setiap saat dan setiap konteks kehidupan kita. Tuhan Yesus memampukan kita selalu.
Forum Pendeta
Foto: Canva
Informasi Kronologi Perjalanan “Masalah Yasmin” 2001-2021
Majelis Jemaat GKI Jl. Pengadilan 35 Bogor
Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB
Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB
Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6
Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B



