“Milikku” adalah Milikmu

Mungkin ada di antara pembaca yang merasa heran dengan tanda kutip dua (“) yang
disematkan pada kata milikku dalam judul hari ini. Maksudnya tidak lain adalah untuk
menggugah pemikiran kita, apakah ada yang dapat kita katakan sebagai benar-benar
milik kepunyaan kita. Tentu saja, jika kita telusuri secara jujur dan mendalam, maka kita
akan menjawab tidak ada. Tidak ada satupun yang benar milik kita. Semua yang ada
pada kita adalah milik Tuhan, yang kemudian dipercayakan kepada kita untuk dikelola
dengan bertanggung jawab dan memakainya untuk dapat memberkati orang-orang di
sekitar kita. Pengelolaan dan pemakaian milik Tuhan dalam hidup kita ini, dapat kita sebut sebagai
persembahan juga. Kita mempersembahkan apa yang ada pada kita bagi kemuliaan nama Tuhan.

Hal ini dapat terjadi bukan semata-mata karena kita mampu atau berlebih. Justru persembahan lahir karena kita mengalami anugerah Tuhan dan ingin meresponinya dengan memberi yang terbaik, seperti yang sudah kita bahas pada awal bulan. Apa yang ada pada kita, yang dapat kita berikan bagi Tuhan? Seringkali pikiran kita tertuju pada materi. Tentu saja, kita dipercaya mengelola materi. Namun, ada hal lain yang juga Tuhan percayakan pada kita, yaitu tenaga. Tenaga yang kita pakai dalam mengerjakan pelayanan adalah juga persembahan kita, ketika kita mengerjakannya dengan tertuju untuk maksud dan kehendak Tuhan.

Kita dapat mengingat contoh kehidupan orang-orang Makedonia yang dituturkan Paulus dalam 2 Korintus 8:1-5. Hidup jemaat Makedonia mengalami berbagai penderitaan, dan secara ukuran dunia, mereka miskin materi. Tetapi Paulus menceritakan bahwa penghayatan akan anugerah Allah bagi hidup mereka memampukan mereka untuk memberi jauh lebih besar dari kemampuan mereka. Mereka memberi diri untuk terlibat dalam pelayanan Paulus. Bukan hanya itu, dalam kepedulian dan solidaritas, mereka memberikan persembahan materi untuk saudara-saudara di Yerusalem yang sangat berkekurangan. Mereka tidak pernah menganggap pemberian persembahan apapun itu sebagai beban bagi hidupnya. Anugerah Allah adalah dasarnya dan yang membuat mereka sanggup untuk menyatakan persembahan yang berkenan melalui tenaga dan materi mereka.

Apakah kita juga bersedia memberikan tenaga kita? Mulai mengambil bagian dalam pelayanan
yang dapat kita kerjakan dari lingkup yang paling sederhana. Anugerah Tuhan yang sudah kita terima bukan untuk kita sikapi dengan melipat tangan dan hanya menaruhkan syukur dalam hati, melainkan mulai membuka tangan dan mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan tenaga dan kemampuan kita. Hal yang sama berlaku dengan persembahan materi. Tidak ada istilah seperti “menggarami lautan” hanya karena kita merasa miskin atau tidak mampu. Karena persembahan materi yang kita persembahkan dengan tulus hati menjadi seperti dupa yang harum bagi Tuhan. Tuhan Yesus memampukan kita.

Forum Pendeta

Foto: Canva


Informasi Kronologi Perjalanan “Masalah Yasmin” 2001-2021
Majelis Jemaat GKI Jl. Pengadilan 35 Bogor


Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB



Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB


Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6


Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B