Penerima Kuasa Roh Kudus Untuk Kepentingan Bersama

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, semakin mudah bagi kita untuk melihat kemampuan, jabatan, bahkan pelayanan yang dilakukan orang lain. Sayangnya, perkembangan kondisi ini juga menimbulkan respon yang beragam bagi setiap individu ketika informasi ini menjadi alat pembanding dengan dirinya. Di satu sisi, ada yang cenderung mengunggulkan dirinya karena kemampuan lebih, jabatan lebih tinggi, atau pelayanan yang lebih terlihat. Di sisi lain, ada juga yang merasa gagal, tidak berdaya, dan tidak berarti karena merasa dirinya tidak memiliki kemampuan istimewa. Ketika perbandingan ini terus dilakukan dengan hitam-putih seperti ini, hasil yang ditimbulkan hanya kesombongan, iri hati, rendah diri, bahkan persaingan tidak sehat di tengah kehidupan bersama.

Hal seperti ini ternyata juga terjadi dalam jemaat di Korintus. Dalam 1 Korintus 12:4-7, Rasul Paulus menegur jemaat yang mulai membanggakan karunia rohani tertentu dan menganggap karunia lain kurang penting. Ada yang merasa lebih rohani karena memiliki karunia yang terlihat menonjol. Padahal Paulus mengingatkan bahwa di dalam persekutuan jemaat memang ada rupa-rupa karunia, pelayanan, dan kegiatan. Ada orang yang dipanggil untuk memegang jabatan pelayan di gereja, ada yang melayani di depan banyak orang, ada juga yang bekerja diam-diam di balik layar. Ada yang mengajar, ada yang menghibur, ada yang menopang dengan doa, perhatian, dan kesetiaan sederhana. Semuanya penting di hadapan Tuhan. Paulus menegaskan satu prinsip dasar: semuanya berasal dari satu Sumber, yaitu Roh yang sama, Tuhan yang sama, dan Allah yang sama yang mengerjakan semuanya di dalam setiap orang.

Paulus menegaskan bahwa karunia Roh Kudus diberikan “untuk kepentingan bersama.” Artinya, setiap manifestasi kuasa dan karunia yang dicurahkan oleh Roh Kudus tidak pernah dimaksudkan untuk keuntungan pribadi atau sekadar panggung kesombongan rohani. Roh Kudus dicurahkan supaya kehidupan kesaksian dan pelayanan di dalam kebersamaan semakin dikuatkan. Karunia rohani bukanlah hiasan atau tanda kehormatan untuk dipamerkan, melainkan sebuah alat dan tanggung jawab untuk saling melayani.

Melalui firman Tuhan ini, kita diajak untuk tidak meremehkan diri sendiri ataupun merendahkan orang lain. Tidak ada karunia yang terlalu kecil jika dipakai untuk melayani. Sebaliknya, tidak ada karunia yang boleh dipakai untuk menyombongkan diri. Setiap kita, tanpa terkecuali, telah menerima bagian penyataan Roh untuk tujuan yang mulia. Jika kita memiliki karunia memimpin, mengajar, atau menghibur, pakailah itu dengan rendah hati untuk membangun sesama. Jika kita memiliki kelebihan materi, waktu, atau tenaga fisik, pergunakanlah itu sebagai wujud nyata kehadiran Roh yang merangkul mereka yang sedang lemah.

Di momen perayaan minggu Pentakosta ini, kita diingatkan untuk membuang jauh-jauh sikap merasa paling berjasa atau meremehkan peran sederhana orang lain. Mari menggunakan setiap karunia, waktu, dan kesempatan yang kita miliki untuk terus memuliakan Tuhan di dalam kebersamaan. Kiranya kuasa Roh Kudus memampukan kita semua untuk hidup dalam kesatuan, saling melengkapi di tengah-tengah perbedaan, dan bergerak bersama demi kepentingan bersama. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. Amin.

Arnold

Foto: Canva


Informasi Kronologi Perjalanan “Masalah Yasmin” 2001-2021
Majelis Jemaat GKI Jl. Pengadilan 35 Bogor


Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB



Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB


Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6


Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B