Hidup Sebagai Tubuh Kristus Yang Sehat

Kidung Jemaat 257 menggambarkan gereja sebagai berikut: Gereja bukanlah gedungnya, dan bukan pula menaranya; Bukalah pintunya, lihat di dalamnya, Gereja adalah orangnya. Selaras dengan nyanyian tadi Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12:12-13 mengajarkan dan menegaskan kepada kita untuk melihat gereja bukan sebagai organisasi atau gedung, melainkan sebagai sebuah organisme yang hidup. Rasul Paulus menggunakan metafora tubuh manusia untuk menjelaskan bagaimana seharusnya kita berinteraksi satu sama lain sebagai orang percaya. Apa dan bagaimana seharusnya kita hidup sebagai Gereja atau Tubuh Kristus?

  1. Kesatuan dalam Keanekaragaman (Unity in Diversity). Paulus menegaskan bahwa tubuh itu satu, tetapi terdiri dari banyak anggota (ayat 12). Seringkali kita merasa bahwa agar bisa bersatu, kita harus menjadi “sama”. Namun, dalam Kristus, kesatuan bukan berarti keseragaman. Hal ini menegaskan dan mengajarkan kepada kita bahwa: Kaki tidak perlu menjadi tangan untuk dianggap berharga. Perbedaan latar belakang, talenta, dan kepribadian dalam komunitas kita bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang dirancang Tuhan Yesus agar tubuh-Nya bisa berfungsi dengan benar.
  1. Menghapus Perasaan “Tidak Berharga” dan “Lebih Berharga”. Ada dua masalah yang sering muncul dalam persekutuan (ayat 15-21) Pertama: Merasa rendah diri: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh.” Paulus berkata ini salah. Anda tetap bagian penting dari tubuh. Kedua: Merasa sombong: “Mata tidak dapat berkata kepada tangan: ‘Aku tidak membutuhkan engkau’.” Tidak ada anggota yang bisa hidup mandiri tanpa yang lain. Ini menjadi pembelajaran bagi kita: Jangan membandingkan karunia Anda dengan orang lain. Kehadiran Anda di dalam komunitas iman adalah karena Tuhan Yesus yang menempatkan Anda di sana (ayat 18) sesuai kehendak-Nya. Perbedaan yang ada menunjukkan peran yang berbeda tetapi saling melengkapi dan menyempurnakan.
  1. Empati: Merasakan Apa yang Dirasakan Anggota Lain. Prinsip utama dari tubuh Kristus adalah kepedulian setiap anggota (ayat 25-26). Jika satu jari terjepit pintu, seluruh otak dan tubuh merasakannya. Begitu juga seharusnya kita: Jika satu anggota menderita, semua harus turut menderita. Jika satu anggota dihormati, semua harus turut bersukacita (tanpa rasa iri).

Mari kita renungkan: Hidup sebagai Tubuh Kristus berarti mengakui bahwa kita saling membutuhkan. Karunia yang Tuhan Yesus berikan kepada Saudara bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk membangun anggota tubuh yang lain. Tanpa kasih dan keterikatan, kita hanyalah potongan-potongan organ yang terpisah dan tidak bernyawa. Perbedaan yang ada betapapun sulit unuk diterima dan dimengerti tetaplah sebuah ruang yang membuat kita belajar dan bertumbuh.

Forum Pendeta

Foto: Canva


Informasi Kronologi Perjalanan “Masalah Yasmin” 2001-2021
Majelis Jemaat GKI Jl. Pengadilan 35 Bogor


Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB



Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB


Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6


Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B