
Menjalani Hari Depan
Setengah tahun 2026 sudah kita lewati. Situasi umum yang terjadi dengan tantangan ekonomi hingga tensi sosial-politik yang kerap mencetuskan kecemasan mewarnai perjalanan kehidupan kita sebagai bagian dari masyarakat. Secara pribadi, mungkin ada di antara kita yang masih berjuang menghidupi pengharapan, entahkah itu berkaitan dengan pekerjaan, relasi ataupun kesehatan, yang sejak awal tahun tak kunjung terwujud meski satu semester berlalu sehingga kita berada dalam batas kegamangan untuk berhenti atau tetap terus berjalan. Dalam segala situasi tersebut, apakah kita tetap merasakan dan mengalami bahwa Tuhan senantiasa hadir menyertai setiap langkah kita ataukah ada momen di mana kita mempertanyakan keberadaan dan kuasa-Nya? Kekuatan iman seperti apakah yang dapat menopang langkah-langkah kita di hari depan?
Firman Tuhan dalam Kitab Yesaya 33:6 (TB2) mengatakan “Akan tiba bagimu masa aman, kelimpahan, keselamatan, hikmat dan pengetahuan. Takut akan Tuhan, itulah harta kekayaan Sion.” Ketika Yesaya menyampaikan firman ini, situasi bangsa Israel sedang tidak baik-baik saja. Mereka mengalami ancaman geopolitik yang sangat besar dari kekaisaran Asyur. Keadaan serba tidak pasti membuat tekanan pergumulan begitu terasa dalam kehidupan mereka. Di sini, kita mendapati bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan umat dalam kebimbangan dan kegamangan. Tuhan tidak menjanjikan jalan mudah. Tuhan juga tidak membeberkan rencana kerja detail-Nya untuk membuat keadaan umat-Nya menjadi lebih baik. Namun, Tuhan memberikan jaminan dengan firman-Nya bahwa masa-masa sukar akan berlalu. Kesukaran dan penderitaan ini tidak tinggal tetap dalam kehidupan umat.
Ada dua janji Tuhan yang dapat menjadi pegangan bagi umat. Janji yang pertama adalah masa aman akan tiba. Janji ini menjadi pengharapan bagi umat. Bukan janji kosong atau sekadar penghiburan melainkan pernyataan mengenai apa yang ada dalam tangan-Nya, yaitu masa aman. Janji yang kedua adalah kelimpahan, keselamatan, hikmat, dan pengetahuan. Dalam masa-masa sukar seringkali umat merasa terancam, terbentur, jalan buntu, dan tidak terpikirkan lagi hal-hal yang dapat dikerjakan. Atas kondisi itulah, janji Tuhan tersedia. Untuk mengalami kedua janji tersebut, dengan jelas firman Tuhan menyatakan “takut akan Tuhan sebagai harta kekayaan Sion”. Sikap/prinsip hidup “takut akan Tuhan” tidak akan membawa kita pada situasi sulit. Justru dengan prinsip ini, kita akan aman karena kita menjalankannya dalam kebenaran dan perkenan Tuhan. Tidak ada satu hal pun di dunia yang dapat menjatuhkan/mengalahkan kebenaran-Nya. Ini menjadi kekayaan dalam masa sukar. Dalam “takut akan Tuhan” tersedia kepekaan bagi kita untuk melangkah, mengambil keputusan dan menentukan posisi kita. Kita akan bekerja dengan standar excellence karena dalam segala yang kita kerjakan, kita sedang mencari perkenan Tuhan Allah, Sang Pemilik Kehidupan.
Mari kita jalani semester kedua tahun 2026 dengan kepala tegak dan sikap yang siap. Bukan karena kita kuat atau mampu tapi karena firman Tuhan menopang dan mendasari setiap gerak kita. Melangkahlah dengan berani, tanpa ragu, sebab kita sedang menyongsong masa aman sebagaimana yang Tuhan janjikan. Tuhan memampukan kita selalu.
Pdt. Esakatri Parahita
Foto: Canva
Informasi Kronologi Perjalanan “Masalah Yasmin” 2001-2021
Majelis Jemaat GKI Jl. Pengadilan 35 Bogor
Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB
Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB
Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6
Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B



