
Belajar dari Bunga Matahari
Di antara keberagaman flora ciptaan Tuhan, bunga matahari memiliki keunikan alami yang sangat memikat melalui fenomena heliotropisme. Sejak tunas hingga mekar sempurna, kuncup bunga matahari secara aktif memutar posisinya mengikuti pergerakan matahari, mulai dari fajar di timur hingga senja di barat. Ia menyerap setiap sinar untuk bertumbuh kokoh, mekar, dan memancarkan warna kuning keemasannya yang hangat. Bunga matahari tidak bertumbuh membelakangi sumber cahayanya, sebab ia membutuhkan sinar tersebut untuk hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Karakteristik alami ini menjadi sebuah gambaran visual yang indah tentang bagaimana seharusnya kehidupan spiritual seorang murid Kristus berjalan.
Sifat alami bunga matahari tersebut menjadi pembelajaran bagi kehidupan orang Kristen. Dalam Khotbah di Bukit yang disampaikan oleh Yesus, khususnya pada Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Dalam konteks budaya Yahudi abad pertama, terang adalah lambang kebenaran, kebaikan, dan kehadiran Allah di tengah dunia yang gelap oleh dosa. Ketika Yesus memberi perintah agar terang murid-murid-Nya bercahaya, Ia menegaskan bahwa kebaikan seorang percaya tidak boleh tersembunyi atau dijadikan alat untuk kesombongan pribadi. Tujuan utama dari perbuatan baik dan pelayanan bukanlah agar manusia dipuji, melainkan agar perhatian setiap orang yang melihatnya diarahkan langsung kepada Allah Bapa sebagai sumber utama dari segala kebaikan itu.
Sama seperti bunga matahari yang tidak memancarkan keindahan dari dirinya sendiri melainkan hanya memantulkan sinar surya, kita pun tidak memiliki kebaikan mandiri di luar Kristus. Pertumbuhan iman dan dampak pelayanan kita sangat bergantung pada seberapa konsisten kita mengarahkan hidup menghadap Sang Terang. Ketika kesaksian dan pelayanan kita berakar dari persekutuan yang erat dengan Tuhan, tindakan kasih yang kita lakukan tidak akan menjadi ajang pencarian puji-pujian atau pembuktian diri, melainkan murni menjadi saluran berkah. Orang-orang di sekitar kita yang menyaksikan kepedulian dan integritas hidup kita akan dengan mudah mengenali bahwa ada kasih Allah yang sedang bekerja di balik setiap tindakan kita.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjaga arah hidup kita agar selalu terfokus dan menghadap kepada Tuhan di dalam setiap situasi. Jangan biarkan perhatian kita terdistraksi oleh kepopuleran diri, kelelahan pelayanan, atau daya tarik dunia yang dapat memalingkan kita dari sumber terang yang sejati. Biarlah setiap karya, kesaksian, dan pelayanan yang kita kerjakan di tengah keluarga, gereja, maupun masyarakat menjadi sarana yang memantulkan keagungan Allah secara jernih. Kiranya melalui hidup kita yang terus menghadap Sang Terang, orang-orang yang berada di sekitar kita dapat merasakan kehangatan kasih Kristus dan diantarkan untuk turut mengenal serta memuliakan Bapa yang di sorga.
Pnt. Arnold A. Siburian
Foto: Eternal Promises
Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB
Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB
Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6
Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B


