Allah Mendengarkan Rintihan

“Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: ”Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.” (Kejadian 22:17).

Lisah Hagar dan Ismael adalah kisah tragis dari pilihan dan sikap manusia yang seringkali merasa mampu mencari jalan keluar menurut caranya sendiri. Hagar adalah hamba Sara yang diberikan kepada Abrahan agar memberikan keturunan kepada Sarah (Kej. 16:2). Abraham mengira bahwa Ismael akan menjadi keturunannya, seperti yang dijanjikan TUHAN Allah (Kej. 17:18). Ternyata bukan, anak yang dijanjikan menurut Tuhan adalah Ishak (Kej. 17: 21). Setelah Ishak lahir dan mulai besar, Sara merasa tidak nyaman, maka ia meminta Abraham untuk mengusir Hagar dan Ismael (Kej. 20:10). Tentu saja ini bukan hal yang mudah bagi Abraham. Bagaimanapun juga Ismael adalah anaknya, keturunannya. Rasa tidak aman dan perasaan terancam dari Sara menghadirkan penderitaan bagi Hagar dan Ismael.

Berapa lama seorang perempuan dan anaknya bisa bertahan di tengah padang gurun. Beberapa saat kemudian Hagar merasa putus asa, bekal habis, dan anaknya menangis. Tuhan mendengar tangisan anak itu dan menolongnya. Ya, Tuhan tidak meninggalkan Hagar dan Ismael berteriak dan putus asa tanpa pertolongan. Allah memulihkan semangat, harapan, dan kehidupan umat-Nya yang berteriak minta tolong. Dalam Perjanjian Baru, Allah yang peduli dan mengerti serta menjaga yang kecil itu juga nampak dalam janji Tuhan Yesus yang diucapkan kepada para murid yang diutus-Nya. Jika Allah memeilihara burung pipit dan juga berkuasa atas helai demi helai rambut kita, terlebih lagi hidup kita tentu saja akan dijaga dan dipelihara. Oleh karena itu, saat kita dalam permasalahan dan pergumulan hidup, percayalah bahwa tangisan, rintihan, jeritan, dan air mata kita tidak akan sia-sia. Allah dalam Kristus pasti mendengar, memperhatikan, dan memberi jalan keluar.

Hidup dan berjalan bersama Allah yang peka akan teriakan, dan rintihan umat-Nya, harus juga membawa kita pada sikap yang sama : Peka terhadap rintihan dan teriakan sesama di sekitar kita. Sebagaimana Allah yang bertindak memulihkan dan memelihara kehidupan, itu juga menjadi panggilan kita. Bagi orang beriman, kepekaan hati dan tindakan nyata adalah dua sisi mata uang yang tidak boleh terpisahkan. Sebab kepekaan tanpa tindakan nyata adalah kepalsuan dan tindakan tanpa kepekaan adalah seperti orang mati rasa.

Saat ini yang merintih, menjerit, dan berteriak kesakitan bukan hanya sesama manusia, tetapi juga seluruh ciptaan. Lihat dan dengar bagaimana perusakan alam, pencemaran lingkungan, limbah yang tidak terkontrol, sampah yang tidak diolah dengan benar, musnahnya spesies atau habitat, dan alam menjerit. Ingat, Allah adalah pemulih kehidupan. Ia ingat dan memelihara ciptaan-Nya. Jika kita mengaku Ia adalah Khalik langit dan bumi, maka kita sebagai anak-anakNya adalah pemelihara apa yang telah diciptakan-Nya.

Pdt. Tri Santoso

Foto: Canva


Informasi Kronologi Perjalanan “Masalah Yasmin” 2001-2021
Majelis Jemaat GKI Jl. Pengadilan 35 Bogor


Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB



Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB

Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB


Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6


Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B