
BERBEDA PENDAPAT, TETAP SAUDARA
(Efesus 4:1-6)
Kehidupan masyarakat Indonesia diwarnai oleh keberagaman suku, bahasa, budaya, pandangan politik, dan latar belakang sosial. Keberagaman ini merupakan kekayaan bangsa, tetapi juga dapat menjadi sumber ketegangan ketika perbedaan tidak disikapi dengan bijaksana. Dalam percakapan sehari-hari, kita dapat menemukan orang-orang yang mudah tersinggung, cepat menghakimi, dan sulit menerima pandangan yang tidak sesuai dengan pendapatnya.
Tantangan ini juga dapat muncul dalam kehidupan jemaat. Perbedaan pendapat mengenai pelayanan, kepemimpinan gereja, penggunaan dana, atau cara melaksanakan kegiatan dapat menimbulkan ketegangan. Bahkan, persoalan yang sebenarnya sederhana dapat berkembang menjadi konflik ketika seseorang merasa pendapatnya tidak dihargai. Tidak jarang, orang yang dahulu melayani bersama akhirnya menjaga jarak karena tidak mampu menyelesaikan perbedaan.
Dalam Efesus 4:1–6, Rasul Paulus mengajak jemaat hidup sesuai dengan panggilan mereka sebagai orang percaya. Ia menyebut beberapa sikap yang penting bagi kehidupan bersama: rendah hati, lemah lembut, sabar, dan saling membantu dalam kasih. Sikap-sikap ini bukan sekedar sopan santun, melainkan wujud nyata kehidupan yang telah disentuh oleh kasih karunia Allah.
Paulus juga menekankan pentingnya memelihara kesatuan Roh. Kata Yunani yang digunakan untuk kesatuan adalah henotēs, yang berarti kesatuan atau keutuhan. Kesatuan yang dimaksud bukanlah keadaan ketika semua orang memiliki pendapat yang sama. Kesatuan Kristen berakar pada satu Tuhan, satu iman, dan satu pengharapan. Karena itu, perbedaan tidak harus berakhir dengan perpecahan.
Kita perlu menyadari bahwa kesatuan tidak terjadi dengan sendirinya. Paulus menggunakan ajakan untuk berusaha memelihara kesatuan. Artinya, kesatuan membutuhkan kesediaan untuk mendengarkan, mengendalikan diri, meminta maaf, dan mencari jalan keluar bersama. Kasih tidak berarti kita harus menyetujui semua pendapat. Ada kalanya kita perlu menyampaikan keberatan, mengoreksi tindakan yang salah, atau mempertahankan prinsip kebenaran. Namun, semuanya perlu dilakukan tanpa merendahkan martabat orang lain.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita juga dipanggil untuk menjadi teladan dalam menyikapi perbedaan. Kita tidak harus menyebarkan setiap informasi yang diterima, terutama jika kebenarannya belum jelas. Kita tidak perlu menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk memutus persahabatan. Kita dapat berdiri teguh pada keyakinan tanpa menghina orang yang berbeda.
Gereja akan kehilangan kesaksiannya apabila khotbah tentang kasih tidak terlihat dalam cara jemaat memperlakukan satu sama lain. Sebaliknya, ketika orang melihat bahwa jemaat mampu berbeda pendapat tanpa saling membenci, mereka dapat menyaksikan bahwa Injil sungguh membentuk kehidupan.
Hari ini, mungkin ada seseorang yang sulit kita terima. Barangkali kita merasa lebih benar, lebih berpengalaman, atau lebih memahami persoalan daripada dirinya. Namun, kerendahan hati mengingatkan kita bahwa kita pun masih perlu belajar dan bertumbuh. Memelihara kesatuan dimulai ketika kita bersedia membuka ruang bagi sesama. Kita mungkin tidak dapat mengubah semua orang, tetapi kita dapat memilih untuk tidak menambah kebencian.
Pertanyaan refleksi:
1. Apakah saya lebih suka memenangkan perdebatan daripada memulihkan hubungan?
2. Adakah orang yang saya jauhi karena perbedaan pendapat?
3. Bagaimana saya dapat menjadi pembawa damai di keluarga, gereja, dan masyarakat?
Aksi nyata: Hubungi seseorang yang hubungannya dengan Anda sedang renggang. Mulailah dengan mendengarkan, bukan menyalahkan.
Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk tetap setia di tengah ketidakpastian. Tolong kami bekerja dengan jujur, menggunakan berkat dengan bijaksana, dan menjadi saluran pertolongan-Mu bagi sesama. Amin.
Pdt. Galvin T. Bartianus
Foto: Canva
Jadwal Kebaktian Umum

Kebaktian Umum (On-site)
Pk 07.00 WIB, pk 10.00 WIB, pk 15.00 WIB
Jadwal Kebaktian Remaja dan Pemuda

Kebaktian Remaja 1 (SMP)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Remaja 2 (SMA)
Pk 07.00 WIB
Kebaktian Pemuda
Pk 10.00 WIB
Jadwal Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Sekolah Minggu I
Pk. 07.00 WIB – selesai
Kelas Balita pagi
Kelas Kecil 1
Kelas Kecil 2
Kelas Tanggung 3
Kelas Tanggung 4
Kelas Besar 5
Kelas Besar 6
Kebaktian Sekolah Minggu II
Pk. 10.00 WIB – selesai
Kelas Batita
Kelas Balita A
Kelas Balita B


